Mas Pandu Lantar

Siapa Mas Pandu Lantar?

Mas Pandu Lantar dikenal sebagai Pakar Kesuksesan Spiritual dalam bidang pengembangan bisnis. Pria yang gemar mengasah ilmu olah kebathinan ini mempunyai pemahaman yang sangat mendalam perihal ilmu spiritual yang berkaitan dengan kesuksesan sebuah usaha. Selain itu, Mas Pandu Lantar juga sangat paham dengan ilmu keduniawian yang sangat bagus. Dari ilmu kebathinan dan pengetahuan yang didapat itulah, Mas Pandu Lantar menggabungkan energi keduanya untuk membantu para pebisnis dalam mengembangkan usahanya.

Tahun 1990, di Jawa Tengah, Mas Pandu Lantar lahir dengan diberi nama Khilman Abdillah. Beliau tidak lahir dari keluarga yang kaya, melainkan dari keluarga yang sangat sederhana dalam menjalani kehidupan dan ajaran agama. Orang tuanya sendiri pun tidak menyangka kalau putranya akan bisa membantu banyak orang. Karena orang tuanya tahu, Mas Pandu Lantar dibesarkan dengan prinsip kesederhanaan dan ala kadarnya.

Inilah yang dinamakan garis takdir dari Tuhan. Ya, garis takdir yang membentuk karakter Mas Pandu Lantar menjadi seorang Pakar Kesuksesan dalam segala bidang usaha. Keterlibatan Mas Pandu Lantar dalam membuat sukses para pebisnis ini di awali dengan pengalaman mencari pesugihan dengan cara cepat. Hingga akhirnya mendapatkan pencerahan dari sosok ghaib Sunan Muria.

Pengalaman Mencari Pesugihan

Kala itu, usia Mas Pandu Lantar masih cukup muda, yakni 17 tahun. Di usia yang masih rentan itu, Mas Pandu Lantar sudah mempunyai rasa prihatin terhadap kehidupan keluarganya yang selalu saja di cukup-cukupkan untuk memenuhi kebutuhan. Hingga akhirnya, Mas Pandu Lantar meminta ijin orang tuanya untuk mencari guru spiritual yang bisa mengubah kehidupan keluarganya dengan cepat. Orang tuanya pun mengijinkan dan hanya membekali ucapan hati-hati kepada Pandu Lantar.

Berangkatlah berkelana dan mengabaikan sekolahnya hanya untuk menuruti hasrat mencari guru spiritual yang bisa membuat Pandu Lantar cepat kaya. Di tengah perjalanan, beliau terbesit untuk mencoba peruntungan dengan mencari pesugihan yang bisa mendapatkan uang dengan cara instan dan cepat.

Berbagai macam tokoh spiritual yang mengaku bisa mendatangkan uang dengan cepat, menggandakan uang, meminjam uang dari bank ghaib, perjanjian dengan makhluk halus, dan lain sebagainya sudah pernah didatangi Mas Pandu Lantar. Dan benar, hasilnya adalah Nihil ( Nol besar ). Namun dasarnya Pandu Lantar adalah orang yang pantang menyerah, beliau mendatangi seorang tokoh supranatural yang konon katanya bisa membuat “uang balik” ketika dibelanjakan.

Berbagai macam syarat dan laku tirakat sudah dijalankan, bahkan uang tabungannya sudah ludes terkuras untuk membeli “ubo rampe” sebagai syarat yang ditentukan. Namun lagi-lagi hasilnya sangat mengejutkan. Nihil dan tidak mendapatkan apa-apa. Sampai akhirnya Mas Pandu Lantar putus asa. Sempat terbesit dalam pikiran yang sudah putus asa, ingin menyalahkan takdir yang diberikan Tuhan Kepadanya.

Antara Sadar Dan Tidak

Karena capek fisik dan pikiran lantaran usahanya tidak membuahkan hasil sama sekali. Dalam perjalanan pulangnya di siang yang sangat panas, beliau menemukan pohon beringin yang sangat rindang dan sejuk. Beliau memutuskan berhenti dan bersandar untuk “ngadem” sejenak. Karena semilir angin yang bertiup, tanpa disadari Mas Pandu Lantar kecil tertidur. Dalam tidurnya, beliau didatangi sosok makhluk ghaib tinggi besar penuh bulu disekujur tubuhnya, yang mengaku penunggu dari pohon beringin.

Pandu Lantar sempat kaget dan terbangun dari tidurnya. Namun ketakutan itu kalah dengan rasa ngantuk dan rasa kecewanya yang tidak berhasil menemukan pesugihan seperti yang diharapkan. Dalam benaknya “ ah, itu sih cuma mimpi karena kekecewaanku saja” dan kembali tertidur. Namun lagi-lagi Pandu Lantar di temui sosok makhluk ghaib. Kali ini bukan tinggi besar dan penuh bulu, tapi seorang kyai yang mengenakan jubah putih dan memakai ikat kepala putih layaknya seorang wali, dengan sorban dipundaknya.

Dalam mimpinya, Pandu Lantar disuruh menemui seorang guru spiritual yang hidupnya menyendiri di sebuah puncak Gunung Muria, Kudus, Jawa Tengah. Tepatnya di Puncak Songolikur atau “ Puncak Saptorenggo ”. Yang mempunyai nama Eyang Wignyan. Dalam komunikasi di alam mimpi, disuruhlah Pandu Lantar untuk menemui Eyang Wignyan atas perintah dari Raden Prawoto.

Setelah lama berkomunikasi dengan sosok ghaib yang mengaku Raden Prawoto, akhirnya Pandu Lantar terbangun dari tidurnya. Antara sadar dan tidak sadar, yakin dan tidak yakin bahwa itu adalah sebuah petunjuk, atau hanya halusinasinya saja. Yah, meskipun menyisakan pertanyaan besar dalam benak Pandu Lantar. Dengan tekad bulat, akhirnya beliau menuruti apa kata hatinya. Yakni mencari guru spiritual seperti yang disebutkan dalam mimpinya.

Pencarian Guru Spiritual

Pandu Lantar menghabiskan waktu 3 hari untuk mencapai Puncak Songolikur, sampai akhirnya bisa bertemu dengan Eyang Wignyan. Sempat kaged ketika Eyang Wignyan didatangi seorang pemuda dengan wajah yang kusut dan kecapekan. Disuruhlah duduk dan diberikan minum. Ketika ditanya Eyang Wignyan “ ono urusan opo kowe tekan kene le. Sopo sing ngakon awakmu teko mrene?”. Bisa Diartikan “Ada urusan apa kamu kesini nak. Siapa yang menyuruhmu datang kesini?”

Setelah diceritakan detailnya oleh Pandu Lantar, Eyang Wignyan mengambil tangan Pandu Lantar kemudian ditempelkan di dahi, dan berkata “kowe bocah sing bakale sukses ning uripmu le. Kowe bakal sugeh, lan iso nuntun menungso nunjukke urip kang becik. Kowe ngerti sopo sing nemuni kowe? Yoiku Kanjeng Sunan Muria. Uripmu bakale bejo”. Bisa diartikan “Kamu adalah anak yang akan menjadi sukses dalam hidupmu. Kamu akan menjadi kaya, dan bisa menunjukkan kepada manusia bagaimana cara hidup yang baik. Kamu tahu siapa yang menemui kamu? Yaitu sosok Kanjeng Sunan Muria. Hidupmu akan beruntung”

Dibimbing Sosok Sunan Muria

Eyang Wignyan pun dengan senang hati menjadi guru spiritual dari Pandu Lantar. Beliau belajar banyak dari Eyang Wignyan. Berbagai macam laku olah spiritual, dari puasa, tirakat, membaca amalan yang bisa mendatangkan kesuksean dalam hidup, dan berbagai macam ilmu kebathinan pun sudah beliau kuasai dengan sangat cepat.  Minat dan niat belajarnya yang tinggi membuat Eyang Wignyan kagum dengan kepriadian Pandu Lantar yang pantang menyerah.

Selain memberikan olah kebathinan, Eyang guru menjelaskan perihal ilmu keduniawian. Menunjukkan Pandu Lantar bagaimana cara hidup di dunia yang sebenarnya, bagaimana mendapatakan rejeki yang berkah dan berlimpah, dan masih banyak yang lain lagi. Selain itu, berbagai macam petuah dan wejangan dari Eyang guru dijalani dengan sepenuh hati. Sampai suatu malam, tepatnya malam Jumat wage, Pandu Lantar melakukan semedi di dalam gua kecil atas perintah gurunya.

Dalam semedinya, Pandu Lantar ditemui sosok ghaib yang mengaku bernama Raden Umar Said. Beliau kembali mendapatkan berbagai macam wejangan, “ Le, ora ono urip kang sampurno ning donyo. Ora ono wong sugeh lantaran sekutu marang jin. Urip kang becik yoiku urip kang iso madukake tirakat bathin lan usaha kang nyoto. Dadio siro kang ngerteni laku ning donyo. Aku sing bakale ngarahke awakmu. Yen kowe ngajarke becik, uripmu bakal lumo, nanging yen kowe nyalahgunakke ilmu-mu kanggo urusan ora becik, aku sing bakal negur awakmu. Dadio menungso sing madangke dalane menungso liyane lantaran ilmu kang becik”.

Jika dalam Bahasa Indonesia, bisa diartikan “Nak, tidak kehidupan di dunia ini yang sempurna. Tidak ada orang kaya karena bersekutu dengan jin. Cara hidup yang baik adalah hidup yang bisa memadukan antara usaha bathin dan usaha lahir. Jadilah orang yang tahu akan kehidupan dunia sesungguhnya. Aku yang akan menuntunmu. Kalau kamu mengajarkan cara hidup yang baik, maka hidupmu akan sukses, namun jika kamu menyalahgunakan ilmu-mu untuk urusan yang tidak baik, aku yang akan mengingatkanmu. Jadilah manusia yang bisa mencerahkan jalan rejeki orang lain dengan pengetahuan yang baik”.

Tercerahkan Setelah Mendapat Wejangan Kanjeng Sunan

Mulai saat itulah Pandu Lantar mulai bangun dari tidur panjangnya untuk mencari pesugihan dengan cara cepat. Pandu Lantar sadar, bahwa mencari pesugihan dengan cara instan adalah TIDAK ADA. Bagi Pandu Lantar, pesugihan yang sesungguhnya adalah memadukan antara usaha bathin dan usaha lahir. Barulah tercipta suatu kekuatan besar dan sikap optimis mengembangkan bisnis dan usaha.

Berkat wejangan dan petuah dari Kanjeng Sunan Muria inilah yang membuat hidup Pandu Lantar tercerahkan. Sehari-hari, kegiatan Pandu Lantar adalah belajar Ilmu Spiritual Kesuksesan yang dibimbing oleh eyang guru. Berbagai macam puasa dan laku tirakat sudah dijalankan dengan sangat baik. Sampai akhirnya Pandu Lantar berhasil menguasai ilmu yang dinamakan “ Ngelmu Sejatining Urip”.

Ilmu ini sangat langka, dan cukup sulit untuk dikuasai. Yang menjadi kendala ketika orang belajar ilmu ini adalah dari laku tirakat dan konsistensi yang tinggi. Tanpa itu semua, sangat sulit untuk menguasai ilmu langka ini. Akan tetapi, bagi Pandu Lantar semua itu terlihat mudah dan tidak menjadi masalah. Karena apa? Ya, Pandu Lantar adalah pemuda yang pantang menyerah ketika mempunyai tujuan dan keinginan.

Hanya dalam waktu 1 tahun saja, Pandu Lantar bisa menguasai ilmu tersebut tanpa ada kendala. Dan berhasil dikuasai dengan sangat baik. Eyang guru Wignyan pun sangat tercengang melihat kemampuan Pandu Lantar yang di atas rata-rata. Umumnya, ketika orang ingin menguasai Ilmu Sejatining Urip, membutuhkan waktu paling tidak 2 sampai 3 tahun baru bisa menguasainya.

Yang menjadikan kegalalan umumnya adalah tidak sabar melakukan laku tirakatnya, terlalu tergesa-gesa ingin yang instan, tidak konsisten dengan apa yang dilakukannya, berubah pikiran ketika sudah sampai tengah jalan. Itulah faktor yang menjadikan kegagalan terbesar dalam diri manusia.

Sesuai dawuh Kanjeng Sunan Muria dan Eyang guru Pandu Lantar, Ilmu Sejatining Urip inilah yang nantinya akan bermanfaat untuk orang lain. Melalui Pandu Lantar, energi Ilmu Sejatining Urip ini akan ditransfer ke sebuah sarana, yakni sebuah Batu Mustika. Yang mana energinya bisa dimanfaatkan untuk menarik dan meningkatkan omset dari bisnis atau usaha yang dikelola.

Nama “ Mas Pandu Lantar “ Diberikan Langsung Oleh Kanjeng Sunan

Sebagai manusia yang mempunyai hati dan perasaan, terbesit dalam benak Pandu Lantar untuk menjenguk orang tua di kampung, setelah sekian lama ditinggalkan. Semakin hari, rasa gelisah semakin menumpuk. Mengetahui sikapnya yang tak seperti biasanya, Eyang guru memanggil Pandu Lantar dan mengatakan “ Nek pengen bali kerono kangen karo wong tua-mu, balio disek le. Wong tuomu juga kangen karo kowe. Nanging, sak durunge kowe bali, pamit kalian Kanjeng Sunan Muria jaluk ijin lan petuah. Nyuwun pangestune Gusti lantaran Kanjeng Sunan Muria”.

Bisa diartikan “Kalau pengen pulang karena kangen dengan orang tua kamu, pulanglah dulu, nak. Orang tuamu pasti kangen sama kamu. Akan tetapi, sebelum kamu pulang, pamit dulu ke tempatnya Kanjeng Sunan Muria untuk minta petunjuk dan petuah. Minta petunjuk dari Tuhan melalui Kanjeng Sunan Muria”

Malamnya, Pandu Lantar datang ke makam Sunan Muria untuk berziarah dan mengirim do’a. Ditengah lantunan do’a dari Pandu Lantar, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundak dari belakang, dan mengatakan “Wis wayahe kowe bali lan ngamalke ngelmu-mu kanggo kemaslahatan wong akeh”. “Sudah saatnya kamu pulang dan mengamalkan ilmu kamu untuk kemakmuran banyak orang”. Pandu Lantar menengok, tapi tidak ada seorang pun yang bersama-nya di tempat itu.

Pandu Lantar kembali melanjutkan lantunan do’a yang sempat terputus. Dalam keadaan yang khusyuk, beliau mendengar suara lamat-lamat (samar) menyebut “Pandu Lantar” berkali-kali. Semakin lama semakin dekat dan semakin jelas. Merasa bukan nama beliau, akhirnya Pandu Lantar masih melanjutkan do’a yang masih dibacanya. Menjadi tidak khusuk, ketika suara tersebut semakin jelas dan semakin dekat.

Mulailah Pandu Lantar memejamkan mata bermunajat (meditasi) untuk mengetahui suara siapa. Dalam meditasinya, beliau langsung bertemu dengan sosok laki-laki setengah baya dengan pakaian serba putih dan memakai sorban yang di sampirkan di pundak. Ditangannya, melingkar memakai tasbih. Pandu Lantar tau bahwa itu adalah Sunan Muria.

Dalam komunikasinya, Pandu Lantar diberikan banyak sekali wejangan dan petuah perihal kehidupan di duniawi. Sampai di akhir komunikasinya, Sunan Muria memegang pundak Pandu Lantar dan mengatakan “ Jenengmu saiki Pandu Lantar. Saiki, balio ning keluargamu lan amalke ilmu-mu kanggo bantu wong akeh “. “Nama kamu sekarang Pandu Lantar. Sekarang, pulanglah ke keluargamu dan amalkan ilmu-mu untuk membantu banyak orang”

Makna Dibalik Sebuah Nama

Selain memberikan wejangan kepada Pandu Lantar, sosok Sunan Muria juga memberikan alasan kenapa memberikan nama “Pandu Lantar”. Bukan tanpa alasan, tapi mempunyai maksud dan tujuan untuk kedepannya. “Pandu” bisa diartikan dengan membantu atau memandu. “Lantar” dapat diartikan sebagai perantara. Jadi “Pandu Lantar” adalah seseorang yang akan memandu kesuksesan atau memandu dalam melancarkan proses menuju kesuksesan sebuah usaha.

Pandu Lantar Mulai Dikenal Banyak Orang

Suatu hari, Pandu Lantar berjalan-jalan ke pasar. Beliau melihat ada dua penjual bakso di deretan ruko tersebut. Penjual bakso yang satu ramai pembeli, sedangkan yang satu sepi. Karena penasaran, masuklah Pandu Lantar ke tempat bakso yang sepi pembeli untuk memastikan faktor penyebabnya.

Dalam benak Pandu Lantar bertanya “Apa yang salah dari usaha ini? dari segi pelayanan, sangat ramah. Masakan, enak. Kebersihan tempat pun juga terjaga. Lalu apa faktor penyebabnya?“. Selesai makan, Pandu Lantar ngobrol panjang lebar dengan penjualnya. Selesai membayar, Pandu Lantar memberikan sebuah Batu Mustika kepada penjual bakso tersebut “ Bapak, yen kulo rasakke warunge sampeyan niki wonten kejanggalan, kulo paringi ageman Mustika Sukses niki, bapak bawa lan lampahi usaha lahiripun. Ampun ngeluh, lampahi mawon, mangke warunge sampeyan kulo yakin pembeline kathah lan sukses”.

Yang Artinya “Bapak, kalau saya merasakan tempat jualan bapak ada yang janggal, saya berikan ageman Mustika Sukses ini, bapak bawa dan lakukan usaha lahir (usaha nyata). Jangan mengeluh, lakukan saja, nanti tempat usaha bapak saya yakin ramai dengan pembeli”. Begitulah yang dikatakan Pandu Lantar.

Tepat tujuh bulan, penjual bakso tersebut mencari Mas Pandu Lantar. Sampai akhirnya bertemu di rumah orang tuanya. Disitu bapak penjual bakso langsung mencium tangan Mas Pandu Lantar sebagai ucapan terima kasih. Warung baksonya sekarang menjadi sangat ramai pembeli dan sudah berkembang sangat pesat.

Saat kejadian itulah, Mas Pandu Lantar mulai dikenal orang banyak. Rumah orang Mas Pandu Lantar menjadi ramai didatangi orang yang minta ageman untuk mengembangkan usahanya. Hasil marketing dari mulut ke telinga oleh bapak penjual bakso inilah, Mas Pandu Lantar dikenal sebagai Pakar Kesuksesan Usaha oleh masyarakat yang sudah pernah menggunakan sarana bathin dari beliau.

Nama Mas Pandu Lantar sebagai Guru Spiritual Kesuksesan Usaha sudah tidak asing lagi ditelinga kalangan pebisnis. Dari kalangan bawah sampai atas sudah mengenal nama Mas Pandu Lantar sebagai spiritualis kesuksesan. Tak heran, rumah orang tuanya kala itu menjadi ramai didatangi para pengusaha dan pebisnis untuk mendapatkan Piandel (dorongan spiritual) dalam mengembangkan usaha yang dijalankan.

Kegiatan Sehari-Hari Mas Pandu Lantar

Meskipun saat ini Mas Pandu Lantar sudah sukses membantu dan dikenal banyak orang, namun beliau masih menjalani gaya hidup yang wajar dan seimbang. Dalam pergaulan di masyarakat pun, Mas Pandu Lantar tidak menonjolkan gaya hidup yang mewah. Bahkan dalam berpenampilan pun sama, sewajarnya saja. Bagi Mas Pandu Lantar, filosofi Padi masih beliau gunakan, yakni “semakin berisi,  padi akan semakin menunduk”

Aktivitas yang menjadi favorit Mas Pandu Lantar adalah melakukan meditasi untuk mentransfer energi kesuksesan kedalam sebuah Batu Mustika. Berbagai macam Batu Mustika Kesuksesan sudah Mas Pandu Lantar hasilkan untuk setiap jenis usaha. Untuk mencapai ketenangan bathin, meditasi penyematan energi ini dilakukan Mas Pandu Lantar jam 3 pagi.

Dalam kesehariannya, Mas Pandu Lantar sesekali menyempatkan untuk berbagi pengalamannya via website pribadinya, yakni MustikaSukses.com. Menulis artikel tentang kesuksesan, berbagi tips usaha supaya lebih berkembang, cara pandang pebisnis menjadi sukses, sarana bathin (piandel) dibalik kesuksesan usaha, dan masih banyak yang lain.

Dalam membuat produk yang berkualitas dan menghasilkan energi yang optimal, dalam sebulan Mas Pandu Lantar hanya bisa memproses 9 Batu Mustika Sukses. Mustika ini diproses secara langsung oleh tangan Mas Pandu Lantar. Semua produk karya Mas Pandu Lantar bisa Anda lihat di website MustikaSukses.com ini.

Sekarang, Mas Pandu Lantar bergabung dengan Pusat Metafisika Asia untuk lebih mengembangkan diri. Selain itu, Mas Pandu Lantar mempunyai tujuan mulia, berbekal ilmu kebathinan yang sudah dikuasai dengan baik, beliau ingin membantu para pebisnis dan para pengusaha dalam mencapai target sukses dalam hidupnya.

Demikian sepenggal profil dari Mas Pandu Lantar yang dibuat dengan tujuan untuk lebih mendekatkan dan mengenal sosok Mas Pandu Lantar. Biografi singkat Mas Pandu Lantar ini di tulis oleh tim Pusat Metafisika Asia.